11 Agustus 2016, sepotong jurnal harian
Hari ini si ekspektasinya mau ikutan seminar. Tapi karena
ngaret dan mager, jadilah ngukur jalan murah meriah wkwk. Yap hari ini gue sama
ratna ngunjungin 4 tempat huahaha. Niatnya si di 2 tempat saja. Tapi apalah
kita-yang-maunya-pulang-sore. Berawal ke museum kebangkitan nasional
yang-keliahatannya-angker. Ternyata isinya cuman segitu doang -_-. Sepulangnya,
gue beli gorengan yang kata abangnya gooceng dapet empat. Yaudahlah, beli
goceng. Ternyata dikasih lima gorengannya huahahaha. Tujuan kedua, kita ke
museum nasional. Yang katanya si ada pameran habibie2 begitu. Dan berhubung
kita gak pernah ke itu museum. Yaudahlah beli tiket, yang harganya gocengan. Oiya,
museum Stovia tadi masuknya GRATIS loh. Oke lanjut. Di luar dugaan, dari luar
si museumnya gak besar2 banget gedungnya. Pas masuk, beuuh. Gak kelar2 berasa
dilabirin. Ada lagi ada lagi ruangan2nya. Dan memang banyak banget koleksinya. Patung2,
perhiasan, nekara, yaaa benda-benda yang ada di buku2 sejarah jaman sekolah
dulu deh ada semua. Ada dua jenis bangunan si, ada bangunan lama dan ada
bangunan baru. Bangunan baru, ada lift sama eskalatornya, ada ruang aulanya
juga yang sudah modern dan.... adem. Gak nyesel deh ke museum nasional atau
museum gajah ini. Tempatnya strategis, disebelah monas heheh.
Abis berpegal2 ria ini kaki, kita keluar dari itu museum. Sudah
jam tiga lewat si. Mau pulang, nanggung. Akhirnya, kami memutuskan ke museum
fatahillah asalkan naik bus gratis huahaha. Mumpung belum jam empatkan. Ya setelah
bermenit2, ketemu sama bus gratisnya. Rencananya, mau duduk di lantai bawah. Sayangnya
sudah penuh. Nai keatas hampir penuh, tempat duduknya gaada yang kosong dua. Ada
sih bangku kosong, tapi kita jadi kepisah.
Dia duduk di serong depan gue. Yaudah spanjang jalan krik-krik begitu ngeliatin
jalan. Pas ngelewatin gedung arsip nasional (bagian dari halte pemberhentian juga).
Dia nengok ke gue dan gue naik ke dia. Adegan ini kocak banget hahaha. Kita langsung
lari-lari turun, sebelum pintunya ditutup. Dan... hap akhirnya kita keluar bus.
Hey gedungnya lucu, ada tamannya juga, dan banyak mobil2 parkir (gue yakin ini
orang pada numpang parkir doang, museumnya sepi euy). Kita masuk itu gedung
sambil mengintip mengintip, ada satpam yang jaga. “pak masih bisa kunjungan?” “bisa
dek, 15 menit lagi yaa”. Ya, kita nyampe sana jam 15.45. Tepat 15 menit sebelum
ditutup. Dan ini masuknya... GRATIS. Tapi karena waktunya sudah mau tutup,
banyak ruangan yang sudah dikunci. Dan kita gak sempat masuk ke gedung satunya.
Tapi gedung ini... seru. Dari luar suasananya berasa di belahan bumi mana begitu
dan benda2 koleksinya keliatan antik dari luar (keliatan di jendela atasnya,
sayangnya sudah mau tutup). Karena gaada yang bisa diliat, 5 menit setelah kita
masuk gedung. Kita keluar, cari masjid
heheh. Ada si masjid, tapi kayak kurang terawat. Dan kita musti muter2 dulu
buat cari tempat buat wanitanya. At least, ini masjid lumayan adem dan
mukenahnya wangii hehehe.
Tujuan terakhir ya ke kotu (naik bus gratis lagi), bersore2
ria ditemani teh pucuk 8000an dan pop mie nya minimarket (yang harganya lebih
manusiawi). TFT yoo
Comments
Post a Comment