Dua Dekade

Hasil gambar untuk number 20 typography




Iya sudah dua puluh tahun ku tetap begini2 saja. Bukannya tidak mau berubah, tetapi ‘energi’ ku tak mampu merubahnya. Tetap tidak bisa berbicara di depan orang banyak, masih mudah dibodohi, masih tidak bisa bawa diri, suara masih sering pelan tidak terdengar, masih kaku, masih harus banyak belajar.

Terlalu banyak penyesalan, tetapi kenangan juga tak kalah banyaknya hehehe. Dari sedihnya ‘dimusuhin’ salah satu guru sampai hujan2an nyeker bareng temen kayak orang gak jelas juga ada.

Banyak yang udah dipelajari, banyak juga yang udah direalisasiin walaupun tak tepat sasaran.
Yaaa yang jelas satu dekade ke depan, bakal banyak perubahan dalam hidup. Masa-masa krisisnya seorang manusia. Dimana dalam sepuluh tahun ketiga, dimana rata-rata orang mengalami kelarnya pendidikan formal. Entah lanjut atau tidaknya tergantung interest masing-masing. Mulainya nyari penghasilan sendiri. Adanya pernikahan. Adanya perpisahan. Tempat tinggal mulai berubah. Yaa bakal banyak ujian hidup juga di dekade ketiga. Kemungkinan kepribadian kita berubah juga besar. 

Selamat datang di dunia manusia 20-an.


Sejujurnya, ku malah sedih diumur dua puluh. Karena udah gak menyandang sebutan “belasan tahun”, udah gak bisa dibilang anak-anak, udah dituntut dewasa, udah dituntut ini-itu, dan juga ada masalah yang belum selesai sampai sekarang. Nyesek gimana gitu. Jadi lebih berharap gak ada yang ngucapin, berharap gaada yang inget, berharap gue juga lupa di hari tepat 20 tahun. Tapi gak mungkin gue lupa sama ulang tahun sendiri -_-


Oiya ada satu yang mengganjal di tahun ini. Aku lupa berdoa meminta hujan. Dan beneran tidak hujan di tanggal tiga belas kemarin. Selama sepuluh tahun terakhir selalu ada hujan di hari itu. Kemarin hujan tepat setelah tanggal tiga belas. Setelah jam dua belas malam di tanggal empat belas. Benar benar hujan deras, hingga kuterbangun. Dan termenung. Segitu melupakannya kah aku terhadap hujan karena masalah itu? :(

Comments

Popular Posts