Perpisahan-Pertemuan



Kamu sering bertemu tipe orang yang berkecenderungan menutup diri di awal pertemuan? Sering lah ya

Hukum alam, dimana ada pertemuan pasti ada perpisahan sebaliknya pun juga begitu.

Kadang aku pikir, mereka seperti aku.



Aku sengaja tidak membuka diri, karena aku takut. Ya aku takut, jika aku sudah menaruh nyaman dimana aku tahu akan berakhir dengan peristiwa bernama perpisahan. Aku tidak terima, tidak ikhlas, dan menangis tak mau pisah. Aku takut membuat kenangan, karena aku tahu ini semua akan berakhir dengan pisah. Ketika pisah berarti harus melepas dan selalu mengenang  disaat mengenang rasanya sedikit sesak.

Tapi semakin bumi menua, aku semakin tahu. Apa gunanya menahan rasa senang dan bahagia membuat kenangan? Hidup bukan soal menghadapi senang-sedih saja kan? Nikmati saja ya aku. Pada akhirnya peristiwa pertemuan-perpisahan itu menjadi kebiasaan bahkan makanan sehari-hari kita sebagai makhluk sosial nan hidup.

Kalian juga tidak perlu takut akan perpisahan. Tak perlu menutup diri yang jelas bagimu tidak membuatmu nyaman. Jadi diri sendiri saja. Biarlah orang-orang mengenalmu sebagaimana dirimu yang ternyata membuat senang orang-orang sekitar.



Catatan: kok jadi kayak puisi ya? Gak maksud lho. Aku gak suka puisi....

Comments

Popular Posts